BUKIT KITA TELAH GERSANG

Joe!

Entah sudah berapa musim tak pernah lagi

Kulihat raut wajahmu

Duduk di pematang sungai sunggingkan senyum

di bibir tipismu


Joe!

Aku merindukan saat-saat kita masih bersama

Bergandengan tangan menghitung hijau rumput

Bernyanyi kecil tentang mimpi kita yang tergoreskan

di sepanjang tabis angin

Di ujung cakap

Dan masih langkah kau Joe?

Sebatang bunga yang kau tanam di sudut kesunyian hati

Sempat mekar dengan aroma mewangi


Joe, bukit dan taman kita telah gersang

Rerumputan dan bunga enggan tumbuh

Tak setetes air pun membasahi tanah kita

Keindahan yang melenakan kita dulu

Kini tinggal sebuah mimpi yang mungkin hilang

Tatkala kesadaran mengajaknya mengembara


Joe, disini aku masih setia menunggumu

Meski entah kapan engkau kembali


SAJAK-SAJAK: TAUFIK WAL HIDAYAT

1 komentar:

Hangga Nuarta mengatakan...

Wew, iki to Yan seng arep mbok woco ndek lomba???

Posting Komentar

Setiap komentar anda membantu menyemangati aku tuk membuat artikel yang lebih bagus.

Thank's..